Home » » Intervensi Asing Penyebab Pecahnya Koalisi Partai Islam

Intervensi Asing Penyebab Pecahnya Koalisi Partai Islam

Written By Unknown on Sabtu, 19 April 2014 | 22.39


Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto (Jaringnews/ Dwi Sulistyo)


JAKARTA, Jaringnews.com - Pengamat Politik Univesitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Pangi Syarwi Chaniago menilai, Calon Presiden Prabowo Subianto adalah Capres yang paling memiliki komitmen tinggi terhadap nasionalisme, kewibawaan bangsa, dan memiliki program ekonomi yang sangat jelas untuk mensejahterakan ekonomi rakyat. Hal itu dapat di buktikan, dalam sejumlah survei dan polling menempatkan Prabowo sebagai capres yang paling memiliki kapabilitas soal tersebut. Meski demikian, Prabowo tetap akan menemui kendala dalam dukungannya dari berbagai pihak, seperti kelompok asing, koruptor, dan konglomerat hitam, karena ketegasan dan kewibawaanya dalam membangun kapabilitas untuk memberdayakan ekonomi bangsa. "Mereka lebih suka Capres yang gampang diatur, tidak berwibawa, market friendly, atau neolib darling. Mereka akan mendukung habis-habisan capres yang mampu memberikan nilai ekonomi yang sangat besar kepada asing dari pada mensejahterakan rakyatnya sendiri," ujar Chaniago, di Jakarta, Minggu ( 20/4). Meskipun dukungan rakyat kepada Prabowo semakin menguat, tetapi selalu ada rintangan, halangan, dan upaya-upaya keras dari mereka untuk memecah belah suara rakyat dengan menghalalkan berbagai cara. Antara lain: black campaign, kampanye negatif, propaganda jahat, sampai pembunuhan karakter. Bahkan PPP yang sekarang sudah menyatakan dukungan bulatnya kepada Prabowo melalui Ketua Umumnya Suryadharma Ali pun, kini sedang dipecah belah. "Analisa saya, asing juga bermain dalam permasalahan ini, karena pecahnya PPP diperlukan untuk mengacaukan dukungan simpatisan PPP terhadap Prabowo. Berbagai cara dilakukan, bisa jadi sebagian pengurus yang membangkang, dijanjikan posisi dan jabatan atau imbalan ekonomi," jelasnya. Menurutnya, Partai Islam tak boleh lagi mempertahankan konflik di internal mereka sendiri, Partai Islam jangan terjebak teori kesadaran palsu bahwa ia tak sadar sedang diadu domba dan sebaiknya rakyat Indonesia waspada jangan sampai asing memecah belah bangsa ini hanya untuk memuluskan jalannya capres yang mudah disetting agenda negara asing. "Rakyat harus bersatu untuk melawan konglomerat hitam dan koruptor serta asing yang tidak ingin rakyat Indonesia sejahtera, mandiri, dan berwibawa," pungkasnya.


Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blog Archive

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Akikaseb - All Rights Reserved
Template Created by Maskolis Proudly powered by Blogger