Home » » Letusan Gunung Merapi karena Aktivitas Gas

Letusan Gunung Merapi karena Aktivitas Gas

Written By Unknown on Sabtu, 19 April 2014 | 22.54

Minggu, 20 April 2014 | 11:26 WIB



Gunung Merapi saat cuaca cerah diambil dari Bukit Patuk, Gunung Kidul, Yogyakarta, (28/12). Wisatawan yang datang untuk melihat sisa erupsi Gunung Merapi tahun 2010 meningkat tiga kali lipat pada musim libur akhir tahun. ANTARA/Noveradika


akikaseb.blogspot.com, Sleman - Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Subandriyo mengatakan letusan Gunung Merapi pada Minggu, 20 April 2014, bukan letusan magmatis. "Meski letusan disertai api pijar, itu hanya letusan yang diakibatkan aktivitas gas yang ada di dalam gunung," ia menjelaskan, Minggu, 20 April 2014. Dia menyebutkan erupsi kecil Gunung Merapi itu disertai adanya lava pijar hingga 1 kilometer. Ketinggian letusan diperkirakan 1 kilometer. (Baca: Gunung Merapi Keluarkan Asap dan Hujan Pasir)Pemicu dari pelepasan gas itu akibat adanya beberapa kali gempa tektonik yang terjadi beberapa waktu lalu di barat daya Gunung Kidul. Alat-alat seismik merekam adanya gempa tersebut. (Baca: Yogya Digoyang Gempa 4,5 SR, Berpusat di Darat)Menurut dia, adanya gempa tektonik seolah mengocok perut Merapi sehingga mempercepat pelepasan gas yang ada di dalam perut gunung itu. "Meski begitu, status gunung Merapi tetap normal aktif," katanya. Letusan Merapi kali ini sama seperti letusan sebelumnya, yaitu pada 10 Maret 2014 pukul 06.54-07.30 WIB. Letusan kecil itu disertai embusan asap berwarna cokelat tebal dengan tekanan kuat. Kolom asap tegak ke atas setinggi 1.500 meter. Sedangkan hujan abu terjadi di selatan-tenggara. Yaitu wilayah Desa Umbulharjo, Kepuharjo, Sidorejo, dan Desa Balerante (Klatenan).Hal yang sama terjadi pada 17 Maret 2014 pukul 13.12-13.16 WIB, yaitu berupa embusan. Namun puncak Merapi tertutup kabut. Suara gemuruh terdengar hingga Desa Pakem, Argomulyo, Glagaharjo. Hujan abu terjadi di Desa Kepuharjo, Glagaharjo, Argomulyo, Kendalsari, Ngemplakseneng, Deles, Sidorejo,Tegalmulyo, Tlogowatu, Bumiharjo, dan Balerante.MUH SYAIFULLAH Berita TerpopulerBali and Beyond Travel Fair Digelar 10-14 Juni6 Cerita Mengejutkan di Balik Konflik PPPJakarta Hujan Ekstrem, Reklame, dan Pohon Tumbang


Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blog Archive

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Akikaseb - All Rights Reserved
Template Created by Maskolis Proudly powered by Blogger